Umum

SPPG Tanggulangin Disuspensi, BGN Pusat Dalami Dugaan Gangguan Kesehatan Santri

290
×

SPPG Tanggulangin Disuspensi, BGN Pusat Dalami Dugaan Gangguan Kesehatan Santri

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) pusat menerjunkan tim untuk melakukan investigasi langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyuplai makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Langkah ini diambil usai sejumlah santri diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu yang disediakan.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengonfirmasi kedatangan tim investigasi dari pusat untuk memeriksa tingkat pelanggaran serta menentukan status sanksi bagi SPPG tersebut.

“Tim pusat pun akan datang hari ini juga untuk investigasi lanjut, apakah suspensi ini ringan atau berat,” kata Teguh, Rabu (2/9/2026).

Sebelumnya, investigasi awal telah dilakukan oleh tim BGN Provinsi Jawa Timur bersama Koordinator Wilayah BGN Sidoarjo. Berdasarkan laporan awal tersebut, BGN resmi menerbitkan surat suspensi yang menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional dapur SPPG bersangkutan sejak Rabu pagi.

Teguh menjelaskan bahwa menu yang dikonsumsi para santri saat kejadian terdiri dari nasi, telur, dan tumis sayur. Ia juga meluruskan isu yang beredar di media sosial mengenai adanya belatung dalam makanan. Menurutnya, hal tersebut tidak ditemukan dalam pemeriksaan awal.

Dapur SPPG ini tercatat menyuplai makanan program MBG ke 19 satuan pendidikan, yang mencakup sekolah umum, TK swasta, serta dua lembaga di lingkungan pondok pesantren dengan volume penyaluran khusus area ponpes mencapai sekitar 1.000 porsi per hari.

Saat ini, BGN terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo dan pihak rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi para korban. Hasil investigasi menyeluruh dari BGN pusat nantinya akan menjadi dasar evaluasi standar operasional serta penetapan sanksi lanjutan terhadap SPPG tersebut. (HOI)

READ  Banyuwangi Wajibkan Dapur Program Makan Bergizi Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi