Umum

PWI Jombang Gelar OKK Angkatan XXVI, Bekali Wartawan Hadapi Tantangan Jurnalisme di Era AI

383
×

PWI Jombang Gelar OKK Angkatan XXVI, Bekali Wartawan Hadapi Tantangan Jurnalisme di Era AI

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Angkatan XXVI di Hotel Green Red Syariah Jombang, Sabtu–Minggu (11–12/7/2026). Kegiatan selama dua hari ini menjadi gerbang utama bagi para jurnalis untuk mendalami dunia pers profesional dan mengenal struktur keorganisasian PWI.

Sebanyak 41 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur turut ambil bagian dalam orientasi ini. Mayoritas peserta berasal dari Jombang sebanyak 25 orang, disusul Banyuwangi (6), Kediri (3), Nganjuk (3), Surabaya (2), serta perwakilan dari Mojokerto (1) dan Blitar (1).

Wajib Pahami UU Pers dan Kode Etik
Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menegaskan bahwa OKK merupakan tahapan wajib bagi seluruh calon anggota PWI. Di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalis tidak hanya dituntut cakap memproduksi berita, tetapi juga wajib menjaga independensi, akurasi, dan kredibilitas.

“OKK merupakan gerbang awal bagi wartawan untuk mengenal lebih dekat organisasi PWI dan memahami bagaimana menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, beretika, serta sesuai dengan Undang-Undang Pers dan aturan organisasi,” kata Mufid dalam sambutannya.

Mufid mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) PWI sebagai kompas utama dalam menjalankan tugas di lapangan.

Tantangan Pers di Era Artificial Intelligence (AI)
Sorotan tajam mengenai masa depan jurnalisme disampaikan oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim. Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) membawa pisau bermata dua bagi industri media: memberikan kemudahan teknis, sekaligus mengancam kualitas informasi.

Nilai yang Tak Tergantikan: Menurut Lutfil, kecanggihan teknologi AI tidak akan pernah bisa menggantikan aspek fundamental jurnalisme.

READ  Komisi C DPRD Jatim Dorong Skema Kredit Ramah UMKM

Fondasi Utama: Proses verifikasi di lapangan, independensi sikap, dan tanggung jawab moral terhadap kebenaran tetap menjadi ranah mutlak wartawan manusia.

“Di era AI saat ini, tantangan terbesar pers adalah menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. Teknologi bisa membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak bisa menggantikan nilai-nilai dasar profesi,” tegas Lutfil.

Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jombang
Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Hadir mewakili Bupati Jombang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang, Endro Wahyudi, menyatakan bahwa pers yang kredibel merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Jombang mengapresiasi pelaksanaan OKK ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan. Pers yang kuat dan kredibel merupakan mitra penting pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tutur Endro.

Ia berharap dari pelatihan intensif ini, lahir generasi baru insan pers yang kokoh menjaga etika profesi dan mampu menjaga marwah jurnalisme di tengah perubahan zaman yang bergerak kilat. (JKG)