BisnisUmum

PGN Kolaborasi Kembangkan CCS dan Blue Ammonia di Indonesia

277
×

PGN Kolaborasi Kembangkan CCS dan Blue Ammonia di Indonesia

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) melalui penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) terkait studi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) pada ajang IPA Convex 2026, Kamis (21/5/2026).

Kolaborasi strategis tersebut dilakukan bersama Holding Migas PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam rangka pengembangan amonia rendah karbon atau blue ammonia di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, para pihak akan melakukan studi komprehensif untuk mengkaji aspek teknis, legal, ekonomi, dan komersial terkait pengembangan ekosistem CCS. Fokus utama sinergi tersebut adalah membangun rantai pasok amonia rendah karbon yang efisien dan berkelanjutan, mulai dari penangkapan emisi karbon, transportasi CO₂, hingga injeksi CO₂ ke dalam formasi geologi bawah tanah yang aman.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta menjelaskan, dalam kerja sama CCS tersebut PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO₂.

“Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi,” ujar Hery.

Untuk mendukung inisiatif itu, PGN akan mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki, termasuk infrastruktur gas bumi eksisting serta kapabilitas pengembangan jaringan pipa. Salah satu strategi utama yang dikedepankan ialah pemanfaatan right of way (ROW) jalur pipa gas bumi yang telah ada untuk pengembangan jaringan transportasi CO₂.

Menurut Hery, kerja sama tersebut menjadi wujud nyata integrasi infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon.

“Pemanfaatan ROW jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS secara efisien, sekaligus menegaskan peran kami sebagai transporter utama CO₂ ke depan,” katanya.

READ  BPH Migas Pastikan Pasokan Gas di Bojonegoro dan Lamongan Aman Selama Lebaran

Studi bersama ini juga akan memetakan wilayah-wilayah strategis yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem CCS dan produksi amonia rendah karbon. Fokus area awal dalam koridor studi meliputi Jawa Barat dan Jawa Timur yang memiliki klaster industri dengan kebutuhan energi tinggi.

Selain itu, para pihak juga akan mengkaji potensi wilayah lain yang dinilai strategis dari sisi infrastruktur dan keekonomian proyek.

Sinergi antara Pertamina Group dan Pupuk Indonesia ini diharapkan dapat menjadi pionir dalam pengembangan CCS di Indonesia. Dengan menggabungkan kompetensi sektor hulu dari PHE, kekuatan infrastruktur dari PGN, serta kapabilitas industri pupuk dan amonia dari Pupuk Indonesia, proyek tersebut ditargetkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional yang lebih ramah lingkungan. (HFB)