Umum

JMSI Banyuwangi Resmi Dikukuhkan, Syaiful Anam Dorong Media Terverifikasi Dewan Pers

335
×

JMSI Banyuwangi Resmi Dikukuhkan, Syaiful Anam Dorong Media Terverifikasi Dewan Pers

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Banyuwangi periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang digelar di Hotel Santika Banyuwangi, Kamis (30/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi momentum memperkuat peran perusahaan pers sebagai mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan daerah melalui jurnalisme yang profesional, independen, dan berkualitas.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus Daerah JMSI Jawa Timur, Syaiful Anam, didampingi Wakil Ketua Bidang Jurnalisme Berkualitas JMSI Jatim Jay Wijayanto serta Sekretaris JMSI Jatim Purna Budi Nugraha.

Acara tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Rahmat Kurniawan, CEO Promedia Group Agus Sulistriyono, Kepala OJK Jember Aris Budiman, jajaran Forkopimda Banyuwangi, pimpinan organisasi media dan pers, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan partai politik.

Dalam kepengurusan periode 2025–2030, Subahrodin Yusuf dipercaya sebagai Ketua Pengurus Cabang JMSI Banyuwangi, didampingi Dedi Jumhardiyanto sebagai sekretaris. JMSI sendiri merupakan organisasi perusahaan pers yang menjadi salah satu konstituen Dewan Pers.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan workshop bertajuk “Menakar Peran Media dan Regulator Dalam Investasi di Daerah” yang menghadirkan CEO Promedia Group Agus Sulistriyono dan Kepala OJK Jember Aris Budiman sebagai narasumber. Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis antara insan pers, regulator, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan mengenai pentingnya media dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan transparan.

Ketua Pengda JMSI Jawa Timur, Syaiful Anam, menegaskan bahwa pengurus JMSI Banyuwangi harus mampu menjaga kualitas perusahaan pers maupun produk jurnalistik yang dihasilkan. Salah satu indikator utamanya adalah mendorong media anggota agar terverifikasi Dewan Pers serta memiliki kreativitas dalam mengembangkan usaha demi menjaga kesejahteraan, ketahanan, dan keberlanjutan perusahaan media.

READ  Ipuk: Peningkatan Usia Harapan Hidup Cerminan Pembangunan yang Inklusif

Selain itu, Syaiful juga menekankan pentingnya keberadaan media yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banyuwangi, termasuk melalui pembentukan Bidang Pengembangan Potensi Daerah dalam struktur kepengurusan JMSI Banyuwangi.

“Kita hibahkan hidup ini melalui media untuk kesejahteraan warga Banyuwangi,” ujar Syaiful Anam.

Menurutnya, media yang tergabung dalam JMSI harus menjadi mitra strategis pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan dalam mempromosikan potensi pariwisata, mengangkat produk UMKM lokal, membangun citra positif daerah, sekaligus mengawal transparansi kebijakan publik.

“Media pers anggota JMSI Banyuwangi bertindak sebagai mitra strategis pemerintah dan stakeholder lainnya untuk mempromosikan pariwisata, mengangkat produk UMKM lokal, membangun citra positif daerah, dan mengawal transparansi kebijakan publik,” tambahnya.

Syaiful optimistis kepengurusan JMSI Banyuwangi mampu menjalankan organisasi secara profesional karena proses pembentukannya telah melalui seleksi yang ketat.

“Personelnya adalah wartawan berpengalaman, bertugas di lapangan dengan integritas yang baik, dan mayoritas merupakan pengurus PWI Kabupaten Banyuwangi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai program pembangunan, inovasi, serta capaian pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai prestasi daerah tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak didukung pemberitaan yang akurat dan berkualitas.

“Kita punya banyak kegiatan, banyak prestasi, banyak inovasi. Tapi kalau tidak diberitakan, masyarakat tidak akan tahu. Sebaliknya, kalau yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan, kepercayaan publik juga akan hilang,” ujar Ipuk.

Ia menilai kemajuan Banyuwangi di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, investasi hingga berbagai penghargaan yang diraih selama ini tidak lepas dari kontribusi media yang terus menginformasikan berbagai capaian positif kepada masyarakat.

“Bagi kami, media bukan hanya mitra untuk menyiarkan informasi. Media adalah partner pembangunan. Maju atau tidaknya daerah juga dipengaruhi oleh bagaimana media menjalankan perannya,” katanya.

READ  PLN UID Jawa Timur Kirim 84 Personel dan Relawan Sosial Bantu Pemulihan Listrik di Aceh

Di sisi lain, Ketua JMSI Banyuwangi Subahrodin Yusuf menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen, baik sesama perusahaan media, dunia usaha, pelaku UMKM, maupun pemerintah daerah.

Menurutnya, JMSI Banyuwangi merupakan wadah perusahaan media yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mendukung kemajuan masyarakat.

“JMSI Banyuwangi tidak menutup pintu kerja sama, kami siap berkolaborasi. Eksekusinya tidak harus di meja birokrasi. Karena ide dan gagasan yang rumit justru mudah diurai lewat ngopi,” tegas Subahrodin.

Melalui kepengurusan yang baru, JMSI Banyuwangi diharapkan mampu menjadi organisasi perusahaan pers yang semakin profesional, independen, adaptif terhadap perkembangan digital, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Banyuwangi. (RAQ)