Umum

Produksi Migas PHE Capai 935 Ribu BOEPD pada Semester I 2026

368
×

Produksi Migas PHE Capai 935 Ribu BOEPD pada Semester I 2026

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mencatat kinerja operasional yang stabil dan terjaga hingga pertengahan tahun 2026. Hingga akhir semester I 2026, PHE membukukan produksi minyak dan gas bumi (migas) mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (Thousand Barrels of Oil Equivalent Per Day/MBOEPD).

Capaian tersebut terdiri atas produksi minyak sebesar 459 ribu barel minyak per hari (Thousand Barrels of Oil Per Day/MBOPD) dan produksi gas sebesar 2.756 juta kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD).

Optimalisasi Pengeboran dan Keandalan Aset
Dalam keterangan tertulis pada Selasa (28/7/2026), kinerja positif ini didukung oleh pelaksanaan program pengembangan dan pemeliharaan sumur yang berjalan sesuai target rencana. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PHE sukses menyelesaikan:

1. 278 sumur eksploitasi melalui kegiatan pengeboran

2. 601 kegiatan workover (kerja ulang sumur)

3. 13.870 kegiatan well service (perawatan sumur)

Langkah-langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga keandalan aset sekaligus mempertahankan tingkat produksi migas dari lapangan-lapangan eksisting.

Ekstrasi Cadangan Baru Melalui Survei dan Eksplorasi
Di sisi eksplorasi, PHE terus memperkuat perburuan sumber daya migas baru demi memperpanjang umur cadangan nasional. Hingga Juni 2026, PHE telah menuntaskan pengeboran 9 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 189 kilometer, serta survei seismik 3D seluas 2.848 kilometer persegi.

Rangkaian aktivitas eksplorasi tersebut berhasil membuahkan hasil manis dengan mencatatkan:

1. Penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE)

2. Penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 24,9 MMBOE

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan konsistensi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi dan memperkuat cadangan migas nasional.

READ  Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Pemudik Manfaatkan WFA Saat Arus Balik Lebaran 2026

“Kinerja operasional hingga semester pertama 2026 merupakan hasil komitmen seluruh perwira PHE dalam menjalankan operasi hulu migas secara selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan. Kami terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari aset eksisting dan pengembangan potensi sumber daya baru agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Hermansyah.

Penerapan ESG dan Prinsip Anti-Penyuapan
Memasuki paruh kedua tahun 2026, PHE terus berkomitmen melakukan percepatan program kerja melalui disiplin eksekusi, efisiensi operasional, penggunaan teknologi, dan pengelolaan risiko yang terukur.

Selain fokus pada target operasional, PHE berinvestasi secara konsisten dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga menerapkan prinsip Zero Tolerance on Bribery untuk memastikan kegiatan operasional bersih dari praktik kecurangan maupun penyuapan. Komitmen ini dibuktikan melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi ISO 37001:2016.

“Berbagai capaian hingga pertengahan tahun ini menjadi fondasi yang baik untuk menyelesaikan program kerja tahun 2026. Kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif demi mendukung pencapaian target produksi migas nasional,” pungkas Hermansyah. (JVU)