WARTANOW.COM – Tiga kabupaten di kawasan Tapal Kuda—Jember, Lumajang, dan Banyuwangi—masuk dalam jajaran lima daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Jawa Timur. Maraknya hotspot ini dipicu oleh periode puncak musim kemarau yang masih berlangsung sepanjang Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ganis Dyah L., menjelaskan bahwa pola cuaca di kawasan Tapal Kuda saat ini cenderung seragam dan didominasi kondisi terik.
“Suhu udara berkisar antara 20 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara berkisar antara 45 hingga 90 persen. Angin didominasi dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam,” ujar Ganis dalam siaran Informasi Cuaca RRI Jember, Rabu (7/10/2026).
Ancaman Karhutla Masuk Kategori Tinggi
Kombinasi suhu udara yang hangat, kelembapan yang menyusut, serta tiupan angin kencang membuat tingkat kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jawa Timur kini berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi.
Data BMKG mencatat lima daerah dengan titik panas terbanyak di Jawa Timur meliputi:
1. Mojokerto
2. Lumajang
3. Malang
4. Jember
5. Banyuwangi
Mengingat tiga dari lima wilayah tersebut berada di kawasan Tapal Kuda, upaya pencegahan dan mitigasi pencegahan kebakaran di daerah perkebunan serta area hutan menjadi fokus utama.
Ganis mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan pembakaran sampah atau pembersihan lahan secara terbuka (open burning). Jika masyarakat melihat indikasi asap atau titik api di area rawan, diminta untuk segera melapor kepada instansi terkait agar penanganan awal dapat dilakukan dengan cepat.
Peringatan Gelombang Laut bagi Nelayan dan Pelayaran
Selain potensi karhutla di darat, BMKG turut merilis pembaruan terkait kondisi gelombang di wilayah perairan Jawa Timur bagian selatan dan Bali:
– Jalur Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk: Cuaca cerah berawan hingga berawan, kecepatan angin 18,5–38 km/jam, dan tinggi gelombang relatif aman (0,1–0,8 meter).
– Perairan Selatan Banyuwangi, Situbondo Timur, & Selat Bali Selatan: Gelombang masuk kategori sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
– Perairan Selatan Pulau Bali: Ketinggian gelombang berada pada kategori tinggi, yaitu mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Masyarakat pesisir, nelayan tradisional, serta penyedia jasa transportasi laut diingatkan untuk selalu memantau perkembangan cuaca harian sebelum melakukan aktivitas pelayaran. (XIA)












