BisnisUmum

Konflik Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Berpotensi Tinggi hingga 2027

314
×

Konflik Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Dunia Berpotensi Tinggi hingga 2027

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak pada awal perdagangan Asia, Senin (7/9/2026), seiring meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di sekitar Selat Hormuz. Eskalasi serangan terhadap kapal tanker di rute vital tersebut memperkuat kekhawatiran atas terganggunya pasokan energi global.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah jenis Brent menguat 52 sen (0,54 persen) menjadi US$96,80 per barel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) AS naik 66 sen (0,72 persen) ke level US$92,14 per barel. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan signifikan pekan sebelumnya, di mana Brent melonjak 7,8 persen dan WTI naik hampir 10 persen.

Ketegangan memuncak setelah Komando Pusat AS (US Central Command) menyerang tiga kapal tanker Iran pada Sabtu (5/9/2026), termasuk satu kapal di kawasan pusat ekspor Pulau Kharg. Sebaliknya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan tiga kapal tanker di Selat Hormuz serta tiga kapal milik AS di lokasi lain.

Perusahaan intelijen maritim Matisks menilai insiden ini menandai pergeseran esensial, di mana kapal komersial mulai dijadikan instrumen tekanan ekonomi dalam konflik militer.

Data perusahaan analitik Kpler mencatat penurunan drastis arus pelayaran melalui Selat Hormuz—jalur yang biasanya dilintasi seperlima pasokan minyak dunia. Pada Kamis (3/9/2026), hanya ada empat kapal komoditas yang melintas, merosot tajam dari rata-rata 10 hari sebelumnya yang mencapai 15 kapal per hari. Laporan Reuters juga menyebut ekspor minyak mentah Iran via Selat Hormuz telah terhenti selama tujuh pekan.

Di tengah ancaman kelangkaan pasokan, aliansi OPEC+ dalam pertemuannya pada Minggu (6/9/2026) memutuskan untuk tetap mempertahankan kuota produksi untuk periode Oktober 2026. Keputusan ini diambil karena pembahasan teknis mengenai kuota baru masih berjalan.

READ  Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Turbo Naik, Pertamax Green Turun.

Analis dari ANZ memproyeksikan konflik AS–Iran berisiko menjadi kebuntuan berkepanjangan yang membatasi ekspor minyak Timur Tengah hingga akhir 2026. Pengiriman pasokan diperkirakan baru membaik bertahap pada akhir kuartal IV-2026, dan baru pulih penuh pada kuartal I atau II-2027. Skenario tersebut mengindikasikan bahwa tren harga minyak tinggi berpotensi bertahan lama dan memicu tekanan inflasi global. (HQM)