Umum

Gunung Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer

363
×

Gunung Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Gunung Merapi erupsi, Jumat 28 Agustus 2026 malam (Foto: Badan Geologi)

WARTANOW.COM – Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali mengalami erupsi. Dalam kejadian tersebut, gunung api tersebut meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah barat daya.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat erupsi terjadi pada Jumat (28/8/2026) pukul 21.22 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, awan panas guguran meluncur ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.

“Estimasi jarak luncur 2.000 M dengan amplitudo maks 87,74 mm durasi 116,97 detik. Dan mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih),” tulis Badan Geologi dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari dinamika vulkanik Gunung Merapi yang masih berada pada tingkat aktivitas tinggi.

Merapi Masih Berstatus Siaga

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan yang berpotensi menjadi daerah bahaya Gunung Merapi.

Masyarakat juga diminta menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, terutama karena kawasan tersebut berpotensi menjadi jalur luncuran material vulkanik maupun awan panas guguran.

“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini SIAGA (Level III). Tetap patuhi rekomendasi,” kata Badan Geologi.

Masyarakat di wilayah sekitar Gunung Merapi diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi. Perhatian khusus diberikan kepada warga yang berada di sekitar aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut.

Badan Geologi juga meminta masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi dan arahan resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

Dengan status aktivitas masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. (DTS)

READ  Masih Siaga, Aktivitas Gunung Semeru Kian Dinamis