BisnisUmum

Didorong Bisnis Mobile dan Infrastruktur Digital, Kinerja Telkom Semester I 2026 Tumbuh Positif

322
×

Didorong Bisnis Mobile dan Infrastruktur Digital, Kinerja Telkom Semester I 2026 Tumbuh Positif

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada penutupan semester pertama tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, atau tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year-on-Year / YoY).

Pertumbuhan pendapatan tersebut mendorong kenaikan EBITDA Perseroan sebesar 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan margin EBITDA yang kuat di angka 49,4%. Laba bersih Telkom tercatat tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun (margin laba bersih 14,0%). Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun, melonjak 6,2% YoY dengan margin 14,9%.

Ketahanan kinerja operasional ini turut didukung oleh arus kas operasional yang tangguh sebesar Rp34,9 triliun (naik 7,0% YoY) berkat efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa hasil positif ini dibentuk oleh komitmen perusahaan dalam mengeksekusi strategi transformasi TLKM 30.

“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian.

Segmentasi B2C: Laba Bersih Meningkat 8,3% YoY
Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel mencatatkan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun, tumbuh 3,3% YoY. Sektor ini disokong utama oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data yang melesat 11,0% YoY.

Pemulihan industri mobile semakin solid dengan terimplementasinya strategi komersial, penetapan harga yang terukur, serta peningkatan nilai pelanggan. Average Revenue Per User (ARPU) mobile tercatat naik menjadi Rp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Lonjakan payload data juga didorong oleh tingginya konsumsi digital masyarakat selama masa liburan sekolah dan gelaran Piala Dunia.

READ  Konsisten Berinovasi, JNE Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Di sektor fixed broadband, Telkomsel terus melakukan kalibrasi basis pelanggan IndiHome untuk membangun pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Jumlah pelanggan berada di angka 9,5 juta dengan rasio konvergensi mencapai 65%. ARPU IndiHome secara kuartalan naik 3,4% menjadi Rp211.000, sedangkan secara semesteran tercatat Rp207.000.

Ke depan, pemanfaatan teknologi AI dan 5G akan menjadi fokus Telkomsel untuk memperluas kapabilitas digital dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Akselerasi Infrastruktur Digital dan Segmen B2B
Penguatan infrastruktur digital menjadi motor penggerak pertumbuhan segmen B2B Infrastructure, yang membukukan total pendapatan Rp33,1 triliun (tumbuh 19,0% YoY), dengan pendapatan eksternal sebesar Rp4,7 triliun (tumbuh 4,9% YoY).

1. Bisnis Menara (Mitratel): Mencetak pendapatan Rp4,7 triliun (tumbuh 2,1% YoY) dengan total tenant mencapai 63.866 (tumbuh 4,9% YoY) dan tenancy ratio naik menjadi 1,57x.

2. Bisnis Data Center (NeutraDC): Perseroan melanjutkan langkah konsolidasi aset data center di bawah NeutraDC untuk mengoptimalkan monetisasi aset dan menangkap peluang lonjakan permintaan infrastruktur digital regional.

3. B2B ICT: Membukukan pendapatan Rp7,3 triliun, atau melesat 35,7% secara kuartalan (Quarter-on-Quarter / QoQ) di tengah proses streamlining portofolio.

4. International Business: Meraup pendapatan Rp5,7 triliun seiring pergeseran portofolio ke layanan konektivitas dan solusi digital bermargin tinggi, serta memanfaatkan tingginya permintaan kapasitas kabel laut internasional untuk adopsi AI global.

Realisasi Transformasi TLKM 30 dan Belanja Modal
Dalam eksekusi pilar transformasi TLKM 30, Telkom secara konsisten mendorong penyederhanaan organisasi (streamlining) terhadap 10 entitas melalui merger, divestasi, dan likuidasi. Langkah ini diiringi pelaksanaan Early Retirement Program (ERP) serta penataan ulang portofolio agar fokus pada bisnis inti.

Hingga semester I 2026, Telkom telah merealisasikan belanja modal (CAPEX) sebesar Rp10,8 triliun. Lebih dari 96% alokasi CAPEX difokuskan pada area prioritas B2C, B2B Infrastructure, serta International Business. Selain itu, persiapan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 terus berjalan sesuai target untuk diselesaikan pada semester kedua 2026.

READ  Pemerintah Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Energi di Tengah Tekanan Global

Dian menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur digital Telkom akan mendukung ketahanan ekonomi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan,” tutup Dian. (NBM)