EkonomiPemerintahanUmum

Transformasi Digital dan AI Diyakini Perkuat Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

369
×

Transformasi Digital dan AI Diyakini Perkuat Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi AI

WARTANOW.COM – Transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diproyeksikan bakal menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah memperkirakan adopsi teknologi mutakhir ini berpotensi menambah laju pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,8 persen hingga 1 persen.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa digitalisasi dan AI merupakan salah satu strategi utama pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah tren perlambatan ekonomi global.

“Kalau ini bisa kita dorong terus, tambahan pertumbuhan ekonominya antara 0,8 persen sampai 1 persen,” ujar Ferry, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Ditopang Industri Pusat Data dan UMKM
Menurut Ferry, tambahan pertumbuhan ekonomi tersebut nantinya akan ditopang kuat oleh berkembangnya industri pusat data (data center) serta peningkatan produktivitas di berbagai sektor usaha. Melonjaknya kebutuhan infrastruktur digital ini diyakini akan mendorong gelombang investasi baru sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi.

Selain membangun ekosistem AI, pemerintah juga fokus menggenjot produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui transformasi digital. Langkah ini dibarengi dengan penguatan akses pasar dan investasi lewat berbagai kemitraan internasional.

Ferry menambahkan, pemerintah terus memperluas kolaborasi dengan forum-forum global seperti OECD, BRICS, ASEAN, serta organisasi internasional lainnya. Kerja sama strategis ini ditujukan untuk mengadopsi praktik terbaik (best practices) global sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi utama.

“Tata kelola yang kuat menjadi kunci untuk menarik lebih banyak investasi serta menjadikan transformasi digital dan ekonomi hijau sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya.

Ketahanan Ekonomi Nasional Diakui Dunia
Optimisme pemerintah terhadap prospek ekonomi dalam negeri sejalan dengan penilaian positif dari sejumlah lembaga keuangan internasional. Di tengah pemangkasan outlook bagi sejumlah negara berkembang, ketahanan ekonomi Indonesia justru dinilai tetap solid.

READ  Komitmen Jalankan Bisnis Berkelanjutan, SIG Raih Dua Peringkat Gold, Satu Silver dan Commendation Award dalam Asia Sustainability Reporting Rating 2025

Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook edisi Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada tahun ini. Padahal, pada saat yang sama, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan untuk kawasan Asia dari 5,1 persen menjadi 5 persen.

Pandangan serupa juga dirilis oleh Asian Development Bank (ADB). Dalam laporan edisi Juli 2026, ADB tetap memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh di angka 5,2 persen. Sebaliknya, prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara justru direvisi turun menjadi 4,6 persen dari estimasi sebelumnya sebesar 4,7 persen.

Pertahanan kuat ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global ini menjadi landasan kokoh bagi pemerintah. Langkah mempercepat investasi di sektor digital dan teknologi AI diharapkan mampu menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi dalam jangka panjang. (QMU)