Umum

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 3,5 Kilometer

273
×

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 3,5 Kilometer

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu pagi. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut disertai luncuran awan panas guguran sejauh 3,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan erupsi terbesar terjadi pada pukul 06.21 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Mukdas Sofian, Sabtu.

Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut, tenggara, serta selatan.

Berdasarkan hasil pemantauan, erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama sekitar 6 menit 35 detik.

“Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 3,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan,” ujarnya.

Terjadi Tiga Kali Erupsi

Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi pada Sabtu terjadi sebanyak tiga kali.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.24 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak.

Selanjutnya, erupsi kedua berlangsung pukul 06.21 WIB dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak, disusul erupsi ketiga pada pukul 09.09 WIB yang juga menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter.

Status Masih Siaga

Mukdas menjelaskan, hingga saat ini aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga).

READ  Didorong Sektor Industri, Penjualan Listrik PLN Jatim Naik ke 46,3 TWh

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak karena berpotensi terdampak awan panas guguran.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari pusat erupsi.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran material pijar.

Waspadai Lahar dan Guguran Lava

Selain ancaman awan panas, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi guguran lava dan aliran lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.

Potensi bahaya tersebut dapat terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru dan otoritas terkait, serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama. (BLZ)