Umum

Sasa Edukasi Masyarakat Lewat Kampanye #MSGYangBenar, Luruskan Mitos MSG dengan Bukti Ilmiah

222
×

Sasa Edukasi Masyarakat Lewat Kampanye #MSGYangBenar, Luruskan Mitos MSG dengan Bukti Ilmiah

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – PT Sasa Inti menggelar kampanye edukasi bertajuk #MSGYangBenar melalui acara Press Conference “MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos” di Alun-Alun Surabaya, Selasa (30/6/2026). Kampanye ini bertujuan meluruskan berbagai mitos yang selama puluhan tahun berkembang di masyarakat mengenai Monosodium Glutamat (MSG), sekaligus mengajak masyarakat memahami fakta ilmiah tentang penggunaan MSG sebagai bagian dari pola makan sehat.

Selama ini, MSG kerap dianggap sebagai penyebab berbagai gangguan kesehatan. Namun, menurut PT Sasa Inti, anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sebaliknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko kesehatan lebih banyak dipengaruhi oleh konsumsi gula dan garam yang berlebihan.

Melalui kampanye #MSGYangBenar, Sasa menegaskan bahwa penggunaan MSG secara tepat dapat menjadi solusi untuk menghadirkan makanan yang lebih lezat sekaligus membantu mengurangi penggunaan gula dan garam.

Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata, mengatakan pihaknya ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap MSG dengan menghadirkan informasi yang berbasis fakta ilmiah.

“Kami ingin menggeser percakapan publik. MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat. Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang MSG itu seringkali keliru dan salah kaprah. Pada momen ini, kami ingin mengedukasi masyarakat terkait penggunaan #MSGYangBenar dengan mematahkan mitos-mitos MSG yang ada. Untuk mendukung edukasi ini, kami menyediakan website msgyangbenar.sasa.co.id agar masyarakat dapat memvalidasi mitos versus fakta seputar MSG,” ujar Albert Dinata.

Natrium MSG Lebih Rendah Dibanding Garam

Dalam paparannya, Sasa mengungkapkan sejumlah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa MSG aman dikonsumsi sesuai anjuran.

Berdasarkan data U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO), kandungan natrium pada MSG hanya sekitar 12 persen, jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mengandung sekitar 40 persen natrium.

READ  Jelang Super League 2026/2027, Persebaya Datangkan Lima Pemain Lokal Baru

Sementara itu, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menyebutkan bahwa penggunaan MSG secara tepat mampu mengurangi penggunaan garam dapur hingga 30 persen tanpa mengurangi cita rasa makanan, bahkan meningkatkan tingkat penerimaan rasa (palatability).

MSG yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan alami seperti tebu dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola makan rendah gula dan garam tanpa mengorbankan kelezatan hidangan.

Kolaborasi Bersama Hawkers Nasi Goreng Legendaris

Sebagai bagian dari kampanye edukasi, PT Sasa Inti juga menggandeng para pedagang kaki lima atau hawkers nasi goreng legendaris di Surabaya.

Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa MSG telah digunakan secara aman selama puluhan tahun untuk menjaga konsistensi rasa masakan yang dinikmati lintas generasi.

Dalam praktiknya, para pedagang berhasil mengurangi penggunaan gula dan garam secara signifikan dengan memanfaatkan Sasa MSG, tanpa menghilangkan cita rasa gurih khas nasi goreng yang menjadi favorit pelanggan.

Pengalaman kuliner tersebut juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui sajian gratis yang disediakan selama kegiatan berlangsung di Alun-Alun Surabaya.

Hadirkan Pakar Kesehatan dan Kuliner

Acara edukasi #MSGYangBenar dipandu oleh Indra Herlambang dan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan kesehatan maupun kuliner, yakni Reisa Broto Asmoro, Mochamad Rizal, S.Gz., M.S. selaku dietisien, Chef Martin Praja, serta ikon kuliner Surabaya Bu Rudy.

Para panelis membahas berbagai fakta ilmiah mengenai MSG, pola konsumsi yang tepat, serta pentingnya mengurangi asupan gula dan garam tanpa mengurangi kenikmatan makanan.

Tak hanya diskusi, masyarakat juga diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti mengunjungi instalasi edukasi #MSGYangBenar, menyaksikan cooking demo, hingga mengikuti taste test untuk merasakan langsung bagaimana penggunaan MSG dapat menghasilkan masakan yang lezat dengan penggunaan gula dan garam yang lebih sedikit.

READ  Bea Cukai Malang Gagalkan Pengiriman 124 Ribu Batang Rokok Ilegal via Jasa Ekspedisi

Kegiatan yang terbuka untuk umum secara gratis mulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi bagian dari komitmen PT Sasa Inti dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan MSG yang benar berdasarkan bukti ilmiah.

Melalui kampanye ini, Sasa berharap masyarakat semakin memahami bahwa penggunaan MSG secara bijak dan sesuai takaran dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat, lezat, dan seimbang. (KIS)