Umum

Gus Ipul: Prof Nasar Salah Satu Tokoh yang Berpotensi Memimpin PBNU

340
×

Gus Ipul: Prof Nasar Salah Satu Tokoh yang Berpotensi Memimpin PBNU

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menyebut Menteri Agama Prof. KH. Nasaruddin Umar sebagai salah satu tokoh kuat yang berpotensi memimpin PBNU di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai mengikuti apel kesiapan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Pihak pesantren tengah bersiap menjadi tuan rumah agenda besar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026.

Melihat Statistik Historis Jalur ‘Katib Aam’
Menurut Gus Ipul, besarnya peluang Prof. Nasaruddin Umar dapat dianalisis dari rekam jejak kepemimpinan PBNU dalam beberapa dekade terakhir. Berdasarkan statistik 40 tahun ke belakang sejak era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mayoritas figur yang berhasil menduduki kursi Ketua Umum PBNU memiliki latar belakang sebagai Katib Aam Syuriyah PBNU.

“Beliau salah satu yang berpotensi. Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” kata Gus Ipul.

Ia kemudian merinci para tokoh tersebut:

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Pernah menjabat Katib Aam sebelum menjadi Ketua Umum.

KH Said Aqil Siroj: Pernah menjabat Katib Aam sebelum dipercaya memimpin PBNU.

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya): Menjabat Katib Aam sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU saat ini.

“Nah, Prof. Nasaruddin Umar ini juga pernah menjabat sebagai Katib Aam,” tambah Gus Ipul, memperkuat argumentasinya mengenai peluang sang Menteri Agama.

Peta Potensi Berdasarkan Struktur Organisasi
Selain jalur Katib Aam, Gus Ipul memaparkan ada posisi strategis lain yang secara historis terbukti melahirkan Ketua Umum PBNU. Ia mencontohkan KH Idham Chalid yang berangkat dari posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, serta KH Hasyim Muzadi yang sebelumnya merupakan Ketua PWNU Jawa Timur.

READ  Kemensos Catat Penyaluran Bansos Triwulan III Tembus 75 Persen

“Kalau kita lihat statistik, yang pernah jadi Sekjen itu ada potensi. Yang pernah jadi Ketua PWNU Jawa Timur juga berpotensi. Yang pernah jadi Katib Aam juga berpotensi,” urainya.

Meski nama Prof. Nasaruddin Umar mulai ramai diperbincangkan di tingkat pengurus daerah, Gus Ipul menegaskan bahwa konstelasi final akan sangat dinamis dan mutlak ditentukan dalam forum tertinggi organisasi.

“Waktu saya keliling ke beberapa daerah, Prof. Nasar memang disebut-sebut. Tapi selebihnya nanti tergantung Muktamar,” jelasnya.

Gus Ipul Tegaskan Tidak Akan Maju
Di sisi lain, meski memegang posisi strategis sebagai Sekjen PBNU saat ini, Gus Ipul secara terbuka menutup pintu bagi dirinya sendiri untuk masuk dalam bursa pemilihan Ketua Umum ke depan. Ia menegaskan tidak memiliki ambisi ataupun kesediaan untuk diusung oleh pihak lain.

“Saya Sekjen, tapi saya sudah menyatakan dengan jelas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Dua-duanya, tidak mau mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan,” tegas Gus Ipul memungkasi. (YRD)