EkonomiUmum

Rakerkonprov APINDO Jatim 2026 Soroti Keseimbangan Upah dan Produktivitas

281
×

Rakerkonprov APINDO Jatim 2026 Soroti Keseimbangan Upah dan Produktivitas

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur resmi menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) 2026 di Kota Batu. Forum strategis ini bertujuan memperkuat internal organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dunia usaha di tengah tantangan ekonomi global yang kian kompleks.

Ketua DPP APINDO Jawa Timur, Eddy Widjanarko, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan di tingkat daerah menjadi prioritas utama. Menurutnya, organisasi yang kuat dari dalam akan berdampak langsung pada pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah.

“APINDO harus kuat dari dalam. Kepemimpinan di daerah perlu terus ditingkatkan dan diberi ruang berkembang, karena itu akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Eddy saat pembukaan acara, Rabu (22/4/2026).

Tantangan Upah dan Produktivitas
Dalam kesempatan tersebut, Eddy menyoroti struktur Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Timur, khususnya di wilayah Ring 1 yang kini berada di kisaran Rp5,2 juta. Angka ini dinilai sudah bersaing ketat dengan daerah industri besar lainnya seperti Tangerang, Jakarta, dan Bekasi.

Untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha, APINDO mendorong adanya keterkaitan erat antara besaran upah dengan tingkat produktivitas pekerja.
“Kita perlu melakukan rebalancing secara terukur melalui dialog konstruktif dengan serikat pekerja. Daya saing harus diperkuat karena kita tidak hanya bersaing dengan luar negeri, tetapi juga antarprovinsi,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPN APINDO, Sani Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi tripartit antara pengusaha, pemerintah, dan pekerja. Ia memaparkan bahwa sektor riil di tahun 2025 sempat tertekan akibat dinamika geopolitik global yang memicu lonjakan biaya energi dan logistik.

Kontribusi Strategis Jawa Timur
Jawa Timur tetap menjadi pilar ekonomi nasional yang sangat strategis. Dengan populasi lebih dari 41 juta jiwa, sektor industri pengolahan menyumbang sekitar 31 persen terhadap PDRB. Selain itu, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat mencapai Rp147 triliun dengan total ekspor menyentuh angka USD 28,5 miliar.

READ  Minyak Dunia Tembus US$100, Ekonomi Indonesia Terancam Turun ke 4,7%

Potensi ini ditangkap positif oleh pemerintah daerah. Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyatakan APINDO sebagai mitra strategis dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Di Kota Batu, realisasi investasi justru mengalami peningkatan signifikan hingga dua kali lipat. Kami berkomitmen menjadikan daerah ini aman dan nyaman bagi investor,” ujar Heli.

Agenda Rakerkonprov
Ketua Panitia Rakerkonprov, Suryo Widodo, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (21-23 April 2026).

“Kegiatan diawali dengan Pameran UMKM sebagai bentuk dukungan pada sektor lokal. Pada hari terakhir, para peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke KUD Susu Pujon dan sentra UMKM Pujon untuk melihat langsung potensi ekonomi kerakyatan,” pungkas Suryo.

Melalui forum ini, APINDO Jawa Timur mempertegas komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh stakeholder demi mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Jawa Timur. (MWK)