Umum

Nasim Khan Ingatkan Kesiapan Energi Nasional Jelang Lebaran 2026

368
×

Nasim Khan Ingatkan Kesiapan Energi Nasional Jelang Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, menegaskan pentingnya kesiapan energi nasional menjelang H-3 minggu Hari Raya Idulfitri 2026.

Ia meminta PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia utama BBM dan avtur di Indonesia untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi selama periode mudik Lebaran.

“Momentum mudik Lebaran selalu memicu peningkatan signifikan konsumsi bahan bakar, baik untuk kendaraan darat maupun sektor penerbangan. Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan jauh sebelum puncak arus mudik terjadi,” kata Nasim dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menekankan, Pertamina perlu memastikan penguatan stok dan ketahanan pasokan BBM selama periode Lebaran.

Menurutnya, penambahan cadangan BBM dan avtur harus dilakukan di seluruh Terminal BBM maupun Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

“Pertamina perlu meningkatkan safety stock, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan tinggi seperti Jalur Pantura, Tol Trans Jawa dan Sumatra, serta kota-kota tujuan mudik utama,” ujarnya.

Selain penguatan stok, Nasim juga menyoroti pentingnya optimalisasi kilang domestik guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Beberapa kilang strategis seperti Kilang Balongan dan Kilang Cilacap diharapkan dapat beroperasi dengan tingkat utilisasi tinggi selama periode Lebaran.

“Penting juga dilakukan pengamanan distribusi dan logistik energi,” tambahnya.

Sebelumnya, Pertamina memastikan ketersediaan pasokan BBM dan avtur menghadapi periode libur Lebaran 2026. Hal ini disampaikan dalam dialog bersama para pemimpin redaksi media nasional di Jakarta pada 25 Februari 2026.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan perusahaan telah menyiapkan langkah antisipatif melalui skenario build up stock jauh sebelum masa puncak kepadatan penumpang.

Strategi tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat dan operasional penerbangan tetap berjalan lancar tanpa gangguan pasokan bahan bakar.

READ  Perkuat Ketahanan Energi Jatim, PGN Optimalkan Integrasi Pipa dan Infrastruktur LNG

“Kami memberikan perhatian khusus pada fase-fase sibuk. Pertamina telah menyiapkan berbagai lapisan mitigasi, mulai dari suplai reguler hingga rencana darurat untuk menjaga stabilitas distribusi,” jelas Arya.

Ia menambahkan, skenario mitigasi tersebut telah teruji dalam berbagai situasi, termasuk saat penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kami menyiapkan plan A, B hingga C agar semua mitigasi siap berlapis demi menjaga ketahanan energi, khususnya pada periode sibuk seperti libur keagamaan,” pungkasnya. (OUR)