WARTANOW.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) resmi meluncurkan inovasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Lamong Cukur”. Inisiatif ini memadukan pelatihan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, serta penyediaan layanan grooming bagi pengguna jasa di lingkungan operasional terminal.
Fokus utama dari program Lamong Cukur adalah memberdayakan masyarakat Ring 1 atau warga sekitar wilayah operasional perusahaan. TTL tidak sekadar memberikan pembekalan teknis barbershop, tetapi juga membuka peluang kerja nyata agar para peserta memiliki bekal kuat untuk bekerja profesional maupun berwirausaha secara mandiri.
Inisiatif ini dirancang secara berkelanjutan guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat. Langkah ini sekaligus selaras dengan semangat Danantara dalam memperluas lapangan kerja berkualitas melalui peningkatan kompetensi dan pemberdayaan berbasis komunitas.
Solusi Produktif Bagi Pengguna Jasa dan Pengemudi Truk
Selain memberikan dampak langsung pada aspek sosial-ekonomi masyarakat, keberadaan Lamong Cukur menghadirkan nilai tambah bagi ekosistem logistik di Terminal Teluk Lamong.
Para pengemudi truk dan pengguna jasa terminal kini dapat memanfaatkan waktu tunggu atau jam istirahat mereka secara lebih produktif dengan menikmati layanan cukur rambut langsung di lokasi terminal.
Tahapan Program: Dari Pelatihan hingga Penyerapan Kerja
Rangkaian program Lamong Cukur disusun secara terstruktur untuk memastikan kualitas dan kesiapan kerja peserta:
Pelatihan Intensif (10–12 Agustus 2026): Peserta mendapatkan pembekalan teknik mencukur dari tingkat dasar hingga standar pelayanan barbershop modern.
Program Magang (September 2026): Peserta mengasah kemampuan langsung di barbershop profesional selama satu bulan penuh untuk mendalami pelayanan pelanggan, kedisiplinan, dan manajemen kerja.
Penyerapan Tenaga Kerja: Lulusan pelatihan dari warga Ring 1 yang memenuhi kualifikasi secara resmi terserap menjadi barber utama di fasilitas Lamong Cukur Terminal Teluk Lamong.
Komitmen Manajemen dan Apresiasi Pemerintah Setempat
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan pentingnya program TJSL yang berdampak jangka panjang dan terukur bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diberikan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya, bekerja, maupun berwirausaha secara mandiri. Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar mampu menciptakan peluang ekonomi,” ujar David.
David menambahkan bahwa TTL siap melakukan pemetaan potensi masyarakat secara berkala untuk pengembangan program di masa depan.
“Ke depan, kami akan terus memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat sekitar. Jika program ini berkembang dengan baik dan kebutuhannya memang ada, Lamong Cukur dapat dikembangkan ke lokasi berikutnya agar manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” jelasnya.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Camat Asemrowo, Zul Chaidir, atas sinergi yang terus dibangun oleh PT Terminal Teluk Lamong.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Terminal Teluk Lamong yang selama ini telah memberikan berbagai kontribusi kepada masyarakat, baik melalui penciptaan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, maupun program pemberdayaan lainnya. Kami berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini dapat terus berkelanjutan,” tutur Zul Chaidir.
Melalui keberlanjutan program Lamong Cukur, PT Terminal Teluk Lamong mempertegas komitmennya dalam menghadirkan inovasi TJSL yang relevan, berdampak nyata, dan mampu memperkuat nilai tambah sosial-ekonomi di lingkungan sekitar wilayah operasionalnya. (VSW)












