WARTANOW.COM – Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, mengancam akan mengambil tindakan tegas berupa pemutusan kontrak terhadap kontraktor pelaksana proyek di kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah ini diambil usai ditemukannya sejumlah pekerjaan infrastruktur yang mengalami keterlambatan parah dan tidak sesuai spesifikasi.
Temuan tersebut didapatkan langsung saat Wabup Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Pasar Taman. Terdapat empat paket pekerjaan yang dibiayai APBD Kabupaten Sidoarjo yang menjadi sorotan, yakni pembangunan pagar, pavingisasi, serta dua proyek saluran air.
“Kita di Pasar Taman ini menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti agar ke depannya pekerjaan sesuai standar dan lebih baik,” ujar Mimik Idayana saat memberikan keterangan pada Sabtu (12/9/2026).
Pagar Molor, Proyek Saluran Air Masih 0 Persen
Mimik mengungkapkan kekecewaannya lantaran pengerjaan pembangunan pagar yang seharusnya rampung pada Agustus 2026, hingga saat ini baru terealisasi sekitar 25 persen dari target 30 persen. Lebih parahnya lagi, dua proyek saluran air dan pekerjaan pavingisasi tercatat masih 0 persen atau belum ada perkembangan sama sekali.
“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” tegasnya.
Mimik juga menyoroti kinerja konsultan pengawas proyek yang dinilai kurang efektif. Berdasarkan informasi di lapangan, pihak pengawas sebenarnya telah memberikan teguran tertulis sebanyak empat kali, namun tidak direspons dengan baik oleh pihak kontraktor.
Waktu Tersisa 2 Bulan, Pemkab Sidoarjo Ingatkan Sanksi Putus Kontrak
Dengan sisa waktu pengerjaan yang kurang dari dua bulan, Wabup Sidoarjo mendesak pihak pelaksana untuk segera melakukan percepatan pengerjaan tanpa mengorbankan kualitas dan teknis spesifikasi yang disepakati dalam kontrak.
Ia menegaskan bahwa anggaran APBD harus dikelola secara bertanggung jawab dan tidak boleh dipermainkan.
“Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” kata Mimik.
Wabup Sidoarjo Janji Awasi Langsung Perkembangan Proyek
Untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai standar, Mimik Idayana memastikan dirinya akan turun langsung memantau perkembangan fisik di Pasar Taman secara berkala.
“Saya sendiri nanti yang mengawasi. Saya akan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul,” pungkasnya. (JCP)












