Umum

Bulan Bakti Karang Taruna Dimulai, Budisatrio: Bergerak dari Desa untuk Indonesia

220
×

Bulan Bakti Karang Taruna Dimulai, Budisatrio: Bergerak dari Desa untuk Indonesia

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono mengajak seluruh pengurus dan warga Karang Taruna di Indonesia menjadikan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026 sebagai momentum memperkuat gerakan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Budisatrio saat membuka rangkaian BBKT 2026 secara daring, Kamis (3/9/2026). Kick Off yang disiarkan melalui kanal media sosial resmi PNKT tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan dengan semangat “Bersatu, Bergerak, Berdampak.”

Budisatrio menegaskan, Karang Taruna merupakan wadah generasi muda yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. Karena itu, keberadaan organisasi tersebut tidak boleh berhenti pada struktur organisasi maupun kegiatan seremonial.

“Karang Taruna tidak boleh hanya hadir ketika ada kegiatan. Karang Taruna harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” kata Budisatrio.

Menurut dia, keberhasilan Karang Taruna tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi dari seberapa besar manfaat dan perubahan yang dirasakan masyarakat.

“Ketika ada persoalan sosial, Karang Taruna hadir. Ketika ada bencana, Karang Taruna bergerak. Ketika ada potensi generasi muda, Karang Taruna memberdayakan. Ketika masyarakat membutuhkan dukungan, Karang Taruna mengambil bagian,” ujarnya.

Perkuat Peran dalam Penanganan Bencana

Budisatrio mengatakan, dalam hampir 10 bulan terakhir PNKT terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong keterlibatan Karang Taruna dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.

Karang Taruna, kata dia, telah terlibat dalam penanganan bencana di Sumatera, dukungan kemanusiaan di Papua, respons gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Keterlibatan tersebut dilakukan melalui pengerahan relawan, distribusi bantuan logistik, pelayanan kemanusiaan, serta kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai mitra.

READ  Pemerintah Pertimbangkan Hapus Seluruh Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan

Pengalaman tersebut dinilai menjadi pijakan penting untuk terus meningkatkan kapasitas Karang Taruna dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan tanggap darurat bencana.

Dengan jaringan hingga tingkat desa, kelurahan, unit, dan subunit, Karang Taruna dinilai memiliki kekuatan untuk mendeteksi persoalan sekaligus bergerak cepat membantu masyarakat.

“Saya ingin Karang Taruna bukan hanya dikenal nama dan organisasinya, tetapi dikenal karena peran dan kontribusinya. Jangan hanya memastikan Karang Taruna ada di setiap wilayah, tetapi pastikan Karang Taruna hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

Budisatrio juga meminta seluruh jajaran Karang Taruna tidak menunggu persoalan menjadi besar sebelum bergerak. Pengurus di setiap tingkatan didorong mampu mengenali persoalan sosial di lingkungannya dan membangun kolaborasi untuk menghadirkan solusi yang tepat serta berkelanjutan.

Logo HUT Ke-66 dan BBKT 2026 Diluncurkan

Dalam Kick Off BBKT 2026, PNKT juga resmi meluncurkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-66 Karang Taruna dan logo BBKT 2026. Kedua logo tersebut menjadi identitas visual seluruh rangkaian kegiatan yang digelar tahun ini.

Wakil Ketua Umum PNKT sekaligus Ketua Steering Committee BBKT 2026 Fuji Abdul Rohman menjelaskan, rangkaian BBKT berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026.

Sejumlah agenda disiapkan untuk memperkuat kolaborasi, prestasi, dan pengabdian generasi muda. Di antaranya Kick Off BBKT 2026, Karang Taruna Berprestasi, Olimpiade Sekolah Rakyat, peringatan HUT Ke-66 Karang Taruna, hingga Puncak Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026.

Program Karang Taruna Berprestasi akan memberikan apresiasi kepada Karang Taruna yang memiliki tata kelola organisasi, inovasi sosial, keberlanjutan program, kemitraan, serta dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara Olimpiade Sekolah Rakyat diarahkan untuk mendorong peningkatan kompetensi bahasa asing siswa Sekolah Rakyat sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

READ  TTL Buka Peluang Kerja Warga Ring 1 Lewat Sertifikasi Gada Pratama

Puncak BBNKT Digelar di Yogyakarta

Wakil Ketua Umum PNKT sekaligus Ketua Organizing Committee BBNKT 2026 Gusti Kanjeng Ratu Hayu mengatakan, puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Puncak BBNKT akan mempertemukan perwakilan Karang Taruna dari berbagai daerah dalam satu momentum nasional untuk memperkuat solidaritas, kolaborasi, dan semangat pengabdian.

Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari Women’s Talk Series, malam penganugerahan, Pesta Rakyat Karang Taruna, hingga bazar UMKM binaan Karang Taruna dari berbagai daerah.

Bazar UMKM diharapkan menjadi ruang promosi sekaligus perluasan pasar bagi usaha binaan Karang Taruna. Dengan demikian, BBKT tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga turut mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui BBKT 2026, PNKT ingin memastikan Karang Taruna di seluruh Indonesia bergerak dalam satu semangat, yakni hadir di tengah masyarakat, peduli terhadap persoalan sosial, memberdayakan generasi muda, serta membangun kolaborasi untuk memberikan dampak nyata bagi Indonesia. (VWF)