Umum

Transformasi TelkomGroup Berbuah Positif, InfraNexia Bukukan Pendapatan Rp7,7 Triliun

369
×

Transformasi TelkomGroup Berbuah Positif, InfraNexia Bukukan Pendapatan Rp7,7 Triliun

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester pertama 2026. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun, dengan pertumbuhan signifikan pada segmen pelanggan eksternal yang meningkat 31 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp939 miliar.

Meski komposisi pendapatan masih didominasi oleh ekosistem TelkomGroup, peningkatan pendapatan dari pelanggan di luar grup menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pelaku industri terhadap layanan infrastruktur digital yang dikelola InfraNexia.

Pelanggan eksternal tersebut meliputi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), penyedia layanan digital, hingga pelanggan korporasi yang memanfaatkan infrastruktur jaringan milik perusahaan.

Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi yang terbuka untuk mendukung kebutuhan konektivitas berbagai sektor industri di Indonesia.

Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia juga berperan mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui pengelolaan aset negara yang lebih produktif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Transformasi perusahaan semakin dipercepat setelah pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang efektif berlaku sejak 1 Januari 2026. Langkah strategis tersebut membawa InfraNexia memasuki fase baru dengan kapasitas infrastruktur dan skala operasi yang lebih besar.

Transformasi ini sekaligus membuka peluang monetisasi aset jaringan, meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pelaku industri di luar TelkomGroup.

Dari sisi portofolio bisnis, segmen Wholesale Network yang mencakup layanan Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan kapasitas jaringan inti (core network) di tengah meningkatnya aktivitas digital nasional. Sementara itu, segmen FTTx & Infrastructure Sharing terus memperkuat portofolio perusahaan melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur bersama guna menghadirkan layanan yang lebih efisien sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

READ  Harga Murah Plastik Impor China Gerus Industri Dalam Negeri, Inaplas Minta Langkah Cepat Pemerintah

Dari sisi profitabilitas, InfraNexia membukukan margin EBITDA sebesar 54,5 persen pada semester I 2026. Capaian tersebut didukung oleh penerapan disiplin operasional, efisiensi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, mengatakan pertumbuhan pendapatan eksternal menjadi indikator bahwa transformasi bisnis yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap daya saing perusahaan.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Seiring berkembangnya bisnis, InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasinya. Jumlah karyawan meningkat dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang sepanjang semester pertama 2026 guna mendukung peningkatan kompleksitas operasional, pengembangan layanan, dan percepatan transformasi perusahaan.

Lukman menilai semester pertama 2026 menjadi tonggak penting bagi InfraNexia dalam membangun fondasi sebagai perusahaan infrastruktur digital yang semakin kuat dan kompetitif.

Menurutnya, perusahaan akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi, modernisasi jaringan, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh pelaku industri untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset infrastruktur digital.

“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman. (BIY)