WARTANOW.COM – Cadangan beras di gudang Perum Bulog Cabang Banyuwangi tercatat melimpah hingga menyentuh angka 129 ribu ton pada awal Juli 2026. Jumlah jumbo ini tidak hanya menjamin ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadikan Banyuwangi sebagai penopang utama distribusi beras nasional ke sejumlah daerah, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali.
Kepala Perum Bulog Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, mengonfirmasi bahwa stok yang dikuasai saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman. Cadangan tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Banyuwangi dalam jangka panjang sekaligus menyukseskan program pemerataan pangan pemerintah.
“Stok sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Banyuwangi juga menyuplai kebutuhan beras ke Papua, NTT, dan Bali sebagai bagian dari pemerataan stok nasional,” ujar Dwiana, Kamis (9/7/2026).
Didukung Capaian Surplus Produksi Padi Daerah
Melimpahnya cadangan di gudang Bulog ini berbanding lurus dengan tingginya performa produksi padi di Bumi Blambangan sepanjang semester pertama tahun 2026. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, total produksi pada paruh pertama tahun ini mencapai 377.952 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Jumlah tersebut diperoleh dari total luas panen yang mencapai 57.015 hektare. Jika dikonversikan, angka tersebut setara dengan 255.257 ton beras, dengan tingkat produktivitas lahan rata-rata yang cukup tinggi, yakni sebesar 6,63 ton per hektare.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, menegaskan bahwa konsistensi sektor pertanian ini menjadi pilar utama terjaganya ketahanan pangan daerah.
“Produksi tersebut setara 255.257 ton beras dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare. Alhamdulillah, Banyuwangi selalu surplus beras setiap tahunnya,” ungkap Suratno bangga.
Jaga Stabilitas Harga Lewat Beras SPHP
Selain memastikan kecukupan cadangan di gudang dan hulu pertanian, keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen juga terus dikawal ketat. Salah satu instrumen utamanya adalah melalui penggelontoran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Setiap pekan, Bulog Cabang Banyuwangi secara rutin memasok dan mendistribusikan beras SPHP ini ke seluruh pasar tradisional yang tersebar di Banyuwangi. Melalui langkah intervensi pasar ini, masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dan stabil dibandingkan dengan harga beras komersial di pasaran. (ODJ)












