PemerintahanPendidikanUmum

Kemensos Libatkan 2.000 Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

267
×

Kemensos Libatkan 2.000 Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng 2.000 Taruna TNI-Polri untuk memperkuat pendidikan karakter siswa Sekolah Rakyat di 178 titik penyelenggaraan di seluruh Indonesia. Program pendampingan ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya membentuk karakter siswa sejak awal masa pembelajaran.

Sebanyak 2.000 taruna tersebut akan didampingi 365 perwira pendamping dan diterjunkan secara serentak dengan mengedepankan prinsip aman, tertib, edukatif, serta terkoordinasi di setiap lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, kehadiran para taruna sangat dibutuhkan untuk membantu membangun karakter siswa, khususnya pada masa orientasi dan awal proses belajar.

“Ini adalah hal yang memang dibutuhkan oleh siswa Sekolah Rakyat karena kepada para Taruna, siswa Sekolah Rakyat bisa belajar banyak terutama terkait dengan bagaimana menumbuhkan kedisiplinan positif, tanggung jawab, dan kemandirian,” ujar Gus Ipul didampingi Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Menurut Gus Ipul, keterlibatan taruna juga diharapkan mampu memperkuat wawasan kebangsaan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menciptakan lingkungan belajar yang edukatif, ramah anak, dan sarat keteladanan.

Dalam pelaksanaannya, para taruna akan berperan sebagai kakak asuh, sahabat belajar, sekaligus teladan karakter bagi para siswa.

Sebagai kakak asuh, para taruna akan mendampingi dan memberikan contoh perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga akan menanamkan nilai-nilai disiplin, kepedulian sosial, serta semangat cinta Indonesia. Sementara sebagai sahabat belajar, para taruna akan mengajak siswa mengenali potensi diri, membangun kerja sama, dan menumbuhkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru.

“Misal sebagai kakak asuh, mendampingi dan memberi contoh perilaku sehari-hari yang positif. Teladan karakter, menanamkan disiplin, kepedulian sosial, dan cinta Indonesia. Jadi sahabat belajar, dengan mengajak mengenal potensi diri, kerja sama, dan keberanian mencoba,” jelas Gus Ipul.

READ  Gus Ipul Pimpin Pengecekan Venue Penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan

Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang menggunakan pendekatan edukatif guna membangun karakter siswa secara menyeluruh. Materi yang diberikan mencakup penguatan karakter dan kepribadian, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, kedisiplinan positif, tanggung jawab, keterampilan kepramukaan, ketangguhan diri, kerja sama, hingga kepedulian sosial.

“Tentu pelaksanaannya berpedoman kepada kegiatan-kegiatan bersifat edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik siswa,” katanya.

Gus Ipul menilai masa awal pembelajaran merupakan fase penting bagi siswa maupun guru untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, pendampingan dari para taruna diharapkan dapat membantu proses penyesuaian siswa sekaligus membangun fondasi karakter yang kuat sejak dini.

Melalui program ini, Kemensos berharap siswa Sekolah Rakyat tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki mental yang tangguh, percaya diri, disiplin, serta mampu bekerja sama dan menghargai sesama.

“Kita harapkan siswa Sekolah Rakyat nanti bisa lebih percaya diri, mengenal potensi, lebih disiplin secara positif dan bertanggung jawab, mampu bekerja sama dan menghargai sesama, serta bangga menjadi anak Indonesia,” tutur Gus Ipul.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Sosial juga menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Pertahanan atas dukungan terhadap program Sekolah Rakyat melalui pelibatan para taruna Akademi Militer dan Akademi Kepolisian.

“Terima kasih Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Pertahanan yang memberikan kesempatan para taruna di Akademi Militer dan Akademi Kepolisian untuk memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (PBT)