WARTANOW.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai perdebatan yang memenuhi ruang publik, ratusan warga yang mengikuti kegiatan “Jaga Indonesia” di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (21/6/2026), menyuarakan satu pesan yang sama, yakni pentingnya menjaga optimisme terhadap masa depan bangsa.
Melalui sebuah dinding harapan yang disediakan panitia, para peserta menuliskan berbagai pesan dan doa untuk Indonesia. Sebagian besar tulisan berisi harapan agar Indonesia tetap damai, masyarakat semakin sejahtera, perekonomian terus tumbuh, serta persatuan bangsa tetap terjaga.
Bagi banyak peserta, optimisme bukan berarti menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Sebaliknya, optimisme dipandang sebagai modal sosial yang penting agar masyarakat tetap memiliki keyakinan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui kebersamaan.
Koordinator kegiatan, Wildan Iskandar, mengatakan aksi tersebut bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih banyak menyebarkan harapan dibandingkan rasa takut atau pesimisme.
“Aksi ini ingin mengajak masyarakat untuk lebih banyak menyebarkan harapan dibandingkan ketakutan. Indonesia dibangun oleh semangat gotong royong dan keyakinan bahwa masa depan bisa lebih baik. Karena itu, narasi optimisme perlu terus dijaga,” ujar Wildan.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang berpotensi memecah belah atau menumbuhkan pesimisme berlebihan terhadap masa depan bangsa. Ia menilai kepercayaan antarsesama warga dan semangat persatuan merupakan fondasi penting bagi kemajuan Indonesia.
Semangat serupa juga tercermin dari berbagai tulisan yang memenuhi dinding harapan. Banyak peserta mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta mendukung berbagai upaya pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Salah seorang peserta, Fitra, menilai cara pandang positif terhadap Indonesia perlu terus dipelihara agar masyarakat tidak terjebak dalam sikap saling curiga dan perpecahan.
“Kalau kita terus melihat Indonesia secara negatif, yang tumbuh adalah rasa curiga dan perpecahan. Saya lebih memilih percaya bahwa negara ini punya banyak potensi dan kita harus ikut menjaganya,” katanya.
Hal senada disampaikan Robby, warga Surabaya lainnya. Menurutnya, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang yang mampu menyatukan berbagai perbedaan dibandingkan ruang yang justru mempertentangkannya.
Ia menilai optimisme akan mendorong masyarakat untuk lebih fokus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Indonesia sudah melewati banyak tantangan dan tetap berdiri sampai hari ini. Itu menunjukkan bahwa bangsa ini kuat. Yang perlu kita lakukan adalah menjaga semangat positif dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap narasi optimisme dapat semakin menguat di tengah masyarakat. Sebab, selain kerja keras dan kebijakan yang tepat, kemajuan bangsa juga membutuhkan kepercayaan bersama bahwa Indonesia memiliki masa depan yang layak untuk diperjuangkan. (DRW)












