PemerintahanUmum

Perkuat Armada Laut, Indonesia Dapat Kapal Induk dari Italia

205
×

Perkuat Armada Laut, Indonesia Dapat Kapal Induk dari Italia

Sebarkan artikel ini
Kapal Induk Italia, Giuseppe Garibaldi

WARTANOW.COM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun ini bakal mencatat sejarah baru dengan memiliki kapal induk pertama yang merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Kapal induk bernama Giuseppe Garibaldi tersebut sebelumnya menjadi andalan Angkatan Laut Italia selama puluhan tahun sebelum resmi berhenti beroperasi pada 1 Oktober 2024.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali, menargetkan kapal tersebut sudah tiba di Indonesia sebelum peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/2/2026), KSAL menyebut proses negosiasi teknis masih berlangsung antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, galangan kapal Fincantieri selaku produsen, serta Angkatan Laut Italia sebagai pemilik sebelumnya.

“Untuk Garibaldi, masih dalam proses. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ujarnya.

Proses Retrofit dan Penyesuaian Teknologi

Meski berstatus hibah, Pemerintah Indonesia tetap mengalokasikan anggaran untuk proses retrofit atau penyesuaian teknologi. Langkah ini dilakukan agar kapal induk tersebut memenuhi standar operasional TNI Angkatan Laut.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa pengadaan kapal induk tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.

“Kemhan bersama TNI juga sudah menyiapkan calon awak kapal untuk membawa dan mengawaki kapal tersebut, termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan,” katanya.

Menurutnya, para prajurit yang diproyeksikan menjadi awak kapal induk telah memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang perkapalan militer.

Spesifikasi dan Rekam Jejak

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk dengan dek penerbangan pesawat sayap tetap (fixed wing) pertama yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia dan mulai beroperasi pada 1985.

Kapal ini dilengkapi kemampuan operasi pesawat short take-off and vertical landing (STOVL) serta helikopter. Empat mesin turbin produksi Fiat di bawah lisensi General Electric mampu menghasilkan daya hingga 81 ribu tenaga kuda atau sekitar 60 Mega Watt.

READ  NDX AKA Guncang Pesta Rakyat HUT ke-80 RI di Surabaya, Ali Mannagalli Parawansa Jadi Sorotan

Dengan kecepatan maksimum 30 knots (56 km/jam), kapal ini mampu menempuh jarak hingga 13 ribu kilometer pada kecepatan jelajah sekitar 20 knots. Berbobot sekitar 14 ribu ton, kapal ini memiliki panjang 180 meter dan lebar 33 meter, serta mampu mengangkut 550 awak kapal, 100 staf, dan 180 personel penerbangan.

Giuseppe Garibaldi telah menjalani modernisasi pada 2003 serta restrukturisasi besar-besaran pada 2013, sehingga dinilai masih layak untuk dioperasikan setelah melalui proses penyesuaian.

Kapal ini juga disebut memiliki kemiripan dengan dua kapal TNI AL yang diproduksi Fincantieri, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.

Usulan Nama Baru

Seiring rencana pengalihan kepemilikan, sejumlah nama tokoh besar Indonesia diusulkan untuk menggantikan nama Giuseppe Garibaldi jika kapal tersebut resmi menjadi milik Indonesia. Di antaranya nama Gadjah Mada dan Jenderal Soedirman.

Kehadiran kapal induk ini diharapkan memperkuat proyeksi kekuatan maritim Indonesia sekaligus menandai babak baru modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Kata kunci:  (MUI)