Umum

Enam Serpihan Diduga Pesawat ATR Ditemukan Pendaki di Lereng Gunung Bulusaraung

271
×

Enam Serpihan Diduga Pesawat ATR Ditemukan Pendaki di Lereng Gunung Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
Puing-puing yang diduga milik pesawat ATR 42-500 ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. (Foto: Akun X@fahad naim)

WARTANOW.COM – Titik terang mulai muncul dalam upaya pencarian pesawat bernomor seri 611 yang hilang kontak dalam perjalanan menuju Makassar. Sejumlah pendaki gunung dilaporkan berhasil menemukan enam serpihan yang diduga kuat milik pesawat jenis ATR tersebut di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Temuan ini langsung ditindaklanjuti oleh tim pencarian dan pertolongan gabungan dengan melakukan evakuasi material dari lokasi pendakian ke titik aman.

Bukti Fisik: Dinding Pesawat hingga Buku Pilot
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, Muhammad Arsyad, membenarkan adanya penemuan enam keping puing tersebut. Menurutnya, benda-benda itu kini telah diamankan di Desa Tompobulu untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Ada enam serpihan kalau tidak salah. Salah satunya menyerupai dinding luar badan pesawat, dan ada juga ditemukan buku pilot,” ujar Arsyad saat memberikan keterangan kepada media.

Senada dengan Arsyad, Kepala Desa Tompobulu, Kadir, mengonfirmasi bahwa kepingan logam tersebut memiliki identitas yang cukup jelas. “Ada beberapa kepingan, ada logo lambang Garuda, serta potongan kertas dan lembaran dokumen. Semuanya sudah diamankan di pos registrasi pendakian,” tambahnya.

Kronologi Hilangnya Kontak
Pesawat dengan nomor seri 611 tersebut diketahui bertolak dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Namun, pesawat kehilangan kontak total sebelum sempat menyentuh landasan pacu.

Kepala Bagian Humas Dirjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, memaparkan kronologi teknis sebelum pesawat menghilang dari radar:

1. Pukul 04.23 UTC: Petugas ATC Makassar memberikan arahan pendekatan (approach) ke landasan pacu.

2. Deteksi Jalur: Petugas mengidentifikasi bahwa pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya.

3. Instruksi Koreksi: ATC sempat memberikan instruksi lanjutan untuk membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai prosedur.

READ  Medan Berat dan Minim Sinyal Warnai Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak

4. Kondisi Darurat: Setelah komunikasi terputus, otoritas terkait langsung mendeklarasikan fase darurat dan memulai koordinasi pencarian.

Kendala Cuaca dan Geografis
Meskipun serpihan telah ditemukan, tim gabungan masih menghadapi tantangan besar dalam menyisir lokasi utama jatuhnya pesawat. Cuaca berkabut dan medan pegunungan yang terjal menjadi hambatan utama bagi petugas di lapangan.

Untuk mempercepat proses evakuasi dan koordinasi, BPBD telah mendirikan posko darurat di sekitar area pendakian. Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pencarian intensif untuk menemukan bagian utama pesawat serta memastikan kondisi para awak dan penumpang. (WYA)