BisnisUmum

Okupansi Hotel Nasional Naik Tipis November 2025, Bali Justru Anjlok

307
×

Okupansi Hotel Nasional Naik Tipis November 2025, Bali Justru Anjlok

Sebarkan artikel ini

WARTANOW.COM – Sektor perhotelan Indonesia masih menghadapi tantangan pemulihan yang tidak merata. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel secara nasional pada November 2025 tercatat sebesar 39,97%, menunjukkan kondisi stagnasi di level bawah 40 persen.

Meskipun secara bulanan angka ini naik tipis 0,44 poin dibanding Oktober 2025, namun secara tahunan (year-on-year) performanya masih lebih rendah 2,64 poin dibandingkan November 2024.

Polarisasi Hotel Bintang dan Nonbintang
Data BPS menunjukkan perbedaan kinerja yang cukup kontras antara kategori hotel:

Hotel Bintang: Mencapai TPK 53,89%. Secara bulanan naik 1,05 poin, namun turun 1,07 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hotel Nonbintang: Hanya mencapai 24,98%, turun 0,27 poin dibanding bulan sebelumnya.

“Peningkatan TPK hotel bintang secara bulanan tidak diikuti dengan performa tahunan yang lebih baik, mengonfirmasi pemulihan yang penuh tantangan,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Senin (5/1/2026).

Performa Wilayah: Papua Selatan Memimpin, Jakarta Tetap Stabil
Secara spasial, beberapa provinsi menunjukkan performa gemilang di segmen hotel bintang:

1. Papua Selatan: 63,31% (Tertinggi Nasional).

2. Kalimantan Timur: 63,01%.

3. DKI Jakarta: 62,03% (Didorong oleh aktivitas bisnis dan MICE).

Sebaliknya, okupansi terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung (29,50%) dan Aceh (31,27%).

Anomali Bali: Penurunan di Tengah Tren Nasional
Sorotan utama jatuh pada Provinsi Bali. Di saat TPK hotel bintang nasional cenderung meningkat secara bulanan, Bali justru mencatatkan penurunan terdalam hingga 6,60 poin persentase. Tekanan ini terjadi merata baik di segmen hotel bintang maupun nonbintang, menjadikannya anomali di tengah kenaikan tipis di wilayah lain.

Evaluasi Kumulatif 2025
Secara kumulatif (Januari–November 2025), rata-rata okupansi hotel adalah:

READ  Sambut HUT ke-80 RI, ASN Surabaya Galakkan Pembagian Ribuan Bendera Merah Putih

Hotel Bintang: 48,66%

Hotel Nonbintang: 24,88%

Kedua kategori tersebut menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Hal ini menegaskan bahwa sektor pariwisata dan jasa akomodasi masih berjuang menghadapi polarisasi pasar dan pemulihan yang belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Indonesia. (PSY)